Maaf, saya bukan seorang pendengar yang baik
Maaf, saya bukan seorang pemberi saran yang baik
Maaf, saya bukan seorang teman yang baik
Maaf, saya bukan seorang teman yang bisa bicara jujur
Maaf, saya pernah bilang bahwa ‘memercayai orang lain itu sulit’, sementara Anda mengatakan bahwa Anda memercayai saya
Maaf, saya tidak bisa melakukan hal yang serupa seperti apa yang Anda lakukan, saat Anda dapat bercerita, berkata jujur—berbagi cerita tentang keluarga, teman, orang-orang terdekat. Tidak bisa mengatakan hal yang sama, dan terlalu takut juga malu untuk menceritakan cerita hal yang sama
Maaf, saya hanya diam saat Anda bilang bahwa saya bisa bercerita kepada Anda jika ada apa-apa
Maaf, saya tahu bahwa saya adalah seorang kakak yang buruk untuk Anda
Tapi terima kasih banyak,
Terima kasih banyak karena Anda mau memercayai anak yang seperti ini sebagai tempat untuk bercerita
Terima kasih banyak karena Anda mau, dan menyempatkan diri untuk sekedar bercakap-cakap
Terima kasih banyak atas bantuan-bantuan yang Anda bilang itu hanya bantuan kecil, namun sangat sangat besar untuk orang yang bersangkutan
Terima kasih banyak karena Anda masih mau berbincang-bincang dengan seseorang yang seperti ini
Terima kasih banyak, terima kasih banyak atas segala kebaikan Anda yang bagi orang seperti ini sangatlah besar
Terima kasih banyak, karena Anda mengatakan bahwa ‘Bertambahnya usia bukan berarti kita semakin tua, tapi semakin beranjak dewasa’—saat saya mengatakan bahwa saya benci untuk bertambah usia
Terima kasih banyak karena Anda menganggap saya sebagai seorang teman
Terima kasih banyak karena Anda menganggap saya sebagai seorang kakak
Terima kasih banyak karena Anda menganggap saya sebagai bagian dari keluarga Anda
Dan maaf, karena satu keinginan kita bertiga untuk bertemu suatu saat nanti, saat dewasa, sepertinya tidak bisa dikabulkan. Mungkin lain waktu, di tempat yang jauh lebih baik dari ini.
Dan keluarga ini—hei, Anda punya adik dan cucu-cucu, ya?—merasa kehilangan.
Titipan salam untuk Anda dari kita semua, semoga Anda tenang dalam pelukan Allah.
.
.
.
.
.
.
…
Adik laki-lakiku meninggal akibat pendarahan otak (30 Mei), yang aku ngga mau percaya—dan iya, aku emang terlalu takut dan memang seorang pengecut yang berusaha menolak kenyataan JIKA berita itu memang kebenaran. Ngga percaya aja, adik yang baru 2 tahun kamu kenal—yang kamu kenal pertama kali saat yang bersangkutan menjelang UN, satu hari sebelum UN, jelas memori ini masih ingat. Tepuk tangan buat Ranran yang sanggup bikin gw nangis untuk yg kesekian kalinya—gw jarang nangis KECUALI jika disangkutkan dengan orang-orang yang gw merasa dekat, keluarga gw, adik-adik gw, anak-anak gw, cucu-cucu gw.
Tapi aku berusaha menerima, ya, menerima karena ngga mau menghalangi jalannya.
Devious Comments
Gw...gak tau mau ngomong apa...
Gw juga baru tau beritanya hari ini
Gw juga gak mau percaya T___T
Tapi, mau bagaimana lagi...Kalau Tuhan menghendaki, relakan saja...
Maaf kalo gw salah banyak...
Maaf kalo gw gak tau apa2...
Ini bener2 bikin sakit hati T___T
Gw gak bisa nangis...
:sad:
--
Joachim: "A hero has to have one or two weak-points, you know. Nobody loves a perfect superhero."
Yuri: "Your brains are enough of a weak point if you ask me."
~ Taken from Shadow Hearts: Covenant
aku juga baru dapet kabarnya tadi. Aku sebagai orang yang pernah sebentar kenal dia juga merasa kehilangan.
Tapi, jangan terus berlarut dalam kesedihan. Dia juga bakal sedih klo kita sedih. ya?
sabar.tabah. Dia udah bahagia ama YME di atas sana.
Aku ogah klo nangis, makanya aku ingin memberikan salam terakhir dengan senyum. Aku yakin, dia pasti bahagia klo senyum.
Ya?
--
I am proud to be ~indonesia and ~TYPE-MOON
no nothing heart
all hail Mujun Rasen~!! (scored 10 from 10
inalillahi
semoga ia damai di sisi Tuhan :'
--
Himee...aku--aku...
Ukh, gak kuat nahan nangis
Sebelum Ranran pergi aku mimpiin dia, taunya malah gak bisa ketemu...
Yah, orang baik selalu pergi duluan. Ranran pasti dapet tempat yang baik sekarang.
Jujur sih, dia ngajarin banyak banget hal. Aku kehilangan banget.
Tapi kita harus senyum buat Ranran biar jalannya gak berat, kan? Senyum ya, buat Ranran...
--
Nnan: Genki: Happy: Friends: BAKA TRIO!!
[link]
semoga Azure-san diterima disisinya
--
"d--don't mind if I stalk you?"
[[spin your imagination, click here for deviantMOTTO ]]
Ajur pergi mendadak sih. Padahal kayaknya baru kemarin aku ngelihat dia bercanda bareng sama yang lainnya di YM. Tau-tau, aku udah denger kabar kepergiannya hari Minggu malem lalu. Innalillahi wa inna illaihi rajiun.
Satu yang bisa kita lakukan di sini sekarang hanyalah mendoakan Ajur semoga dia bisa beristirahat dengan tenang di sana dan diterima di sisi-Nya. Siapa tahu nanti kita semua bisa bertemu lagi di alam sana. Perpisahan di dunia ini bukan berarti suatu perpisahan untuk selamanya.
Hime-san jangan nangis lagi ya. Ajur pasti juga nggak mau lihat Hime-san nangis untuknya terus-terusan. Senyum ya, Hime-san.
--
And... Seriously?
*hug-hug pon2*
Gwe juga nga tau mau ngmg apa.
Jujur, bagi gwe orang deket yg uda kyk dd gwe sendiri itu gwe relain gitu aja itu sulit, sangat. Gwe masih pengen ngobrol byk ama dia, gwe masih pengen nanya2 dia, gwe masih pengen ketemu ama dia. Begitu banyak hal yang gwe pengen ks tau dia. Tapi dia dah pergi.
Dan gwe mencoba buat relain dia. Sulit emang.
*pelok pon2*
Well yeah, Ajur, Ranran, Aryo. Sosok yang kadang nyebelin banget, tapi sekaligus baik banget. Kehilangan dia, yang notabene seseorang yang udah kerasa terlalu deket emang sakit, sakit banget.
Tapi... Well. Memento mori. Kayak isi siggynya, kalo ngga salah, remember that you're mortal, remember that you'll die.
Walau dia pergi, sang langit tetap biru, kekal adanya. Dia sekarang udah bahagia disana; dan menaungi kita, semua yang kenal dia dengan langit birunya, sambil senyum; aku percaya itu.
Uhm... Dia ngga bener-bener pergi, Nek :3 Dia ada di hati kita, dan dia menaungi kita dengan senyum dan langit birunya. Cheer up, nenek Hime :3
--
oh yes, officially ~indonesian~ and proud of it!
--------
Maxxie is LOVE~ x3
makasih banyak ya, wind. makasih banyak udh nasehati hime, maaf juga kalo jadi ngerepotin gini. tapi makasih banyak ya
--
I
--
I
Previous Page1234Next Page